History

hallo my damn true hell secret word!

i write this for my beloved friend “Gs”.

Terima kasih.

Satu ucapan yang mewakili begitu banyak hal yang telah kalian beri entah itu soal materi, kasih sayang, pengertian, kenyamanan, perhatian, dsb.

Maaf.

Satu ucapan yang mewakili banyak penyesalan dan kesalahan yang pernah aku lakukan kepada kalian.

Aku mengerti dan kalian jangan menyangkal. Di antara kalian, akulah yang sering berbuat salah entah soal pelajaran atau cara bersikapku terhadap kalian. Caraku yang membuat kalian bertanya-tanya dan abstrak untuk kalian ketahui. Tanpa sadar dan tak sengaja malah aku sering menyakiti kalian. Berbohong, bermain”kucing-kucingan” seperti yang kau bilang, masih kurang keterbukaannya aku, dan tak konsistennya aku. Sungguh aku maaf. Malah aku yang menyakiti orang yang paling aku percaya dan kau pun begitu padaku. Renggang. Dingin. Biasa. Asing. Tak nyaman. Seperti itulah jadinya.

Sebab? Mungkin aku pernah sakit olehmu karena aku melihatmu berteman dekat dengan yang lain. Mungkin dari situ aku mulai bersikap biasa saja. Tak berarti aku melarangmu untuk dekat yang lain. Seperti kau, aku juga bisa terlalu sayang dengan seseorang yang aku percaya. Tak pernah terjadi sebelumnya. Tak separah itu.

Aku melihatmu dengan mereka begitu dekat. Dan aku mulai bersikap biasa saja. Aku berpikir aku perlu melakukannya karena ketika memang pada saatnya kau memang aku bukan haluanmu lagi, sakit yang aku terima tak akan terlalu dalam. Dari situ, aku mulai mencari kebisingan yang akan meramaikan sepinya hati karena keramaianmu telah berpindah dariku. Aku pun tak berani bertanya apa yang salah padamu dan apa yang salah padaku. Karena itu, aku menunggu kau melakukannya kepadaku. Bukannya kau yang menepi malah kita malah yang makin merenggang. Kau menepi pada kenyamanan yang lain dan aku pun sama, tanpa kalian tahu, aku mencari kenyamanan yang lain. Aku hanya takut jika kalian tahu. Takut malah kita makin merenggang lagi.

Aku bergabung dengan clan yang lain dan bermain dengan mereka. Ya, aku merasa nyaman dan senang. Tapi entah mengapa terasa abu. Berbeda.

Aku, bukannya tak mau cerita pada kalian. Bukan aku tak percaya. Sungguh. Namun aku masih merasa canggung.

Aku, sebenarnya lebih menjaga perasaan kalian. Aku tak mau ketika aku bercerita tentang kebersamaan dengan clan itu kalian merasa ter-duakan olehku atau walau pun kau berkata tak apa-apa tapi aku tahu rasanya seperti apa. Bukanya aku bermain bermain secara sembunyi-sembunyi, aku takut perasaan kalian yang terluka. Bukan karena hal lain, hanya itu.

Soal aku yang pasif, maaf. Aku masih belum terbiasa untuk cerita langsung ke banyak orang. Aku pun memiliki penilaian dan pengamatanku tesendiri. Bukankah perasaan adalah suatu hal yang tak bisa dipaksakan? Dan aku masih merasa malu dan tak siap jika memang harus mengatakannya. Tanggapan kalian, aku takut dengan itu. Latar belakangku yang mungkin kalian tak akan menyangkanya. Entah masalah finansial atau masalah yang lain. Oh iya, maaf aku selalu menolak ketika kalian mengajakku tentang hal yang berbau dengan mengeluarkan rupiah. Karena memang aku tak berkelimpahan seperti kalian. Dan jika aku mengatakannya soal itu, aku tak mau kalian sampai melakukkan sesuatu untukku. Aku takut tak bisa membalasnya. Aku tak mau merepotkanmu.

Ah, saat ku tahu ‘kalian’ untuk memutuskan untuk berteman saja dengan ku dan tidak lebih dan tidak jua kurang, di saat itu juga aku tidak melihat ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Saat hari pertama aku masuk kuliah pun kalian menunjukkan bahwa memang kita telah ‘usai’. Tentu saja pedih untukku.

Baik. Semuanya hanya biasa saja. Aku terima, maaf karena ini salahku.

Ini karma untukku. Maka aku pun akan bersikap biasa, mungkin lebih dari sekedar biasa.

Dan tiba bahwa aku memutuskan untuk pindah kampus. Jelas, bukan karena kalian alasannya. Setidaknya kalian merasa tidak merasa risih atau merasa tidak enak dengan keberadaanku. Dan aku pun merasa sedikit lega.

thanks a lot. I will make sure that i won’t forget every little things that you’ve given to me.

See you later in happiness moment. SEE U ON TOP!

gs.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s